Lantaran Tersinggung, Keponakan Timpuk Motor Pamannya Dengan Batu.

Probolinggo (29/1/2020) – Pertengkaran heboh 3 lawan 1 terjadi pada hari Minggu (29/12/2019) sekira pukul 20.00 WIB di desa Tanjung Sari kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo.

Cekcok mulut tersebut berujung kejadian dugaan pengrusakan motor milik AH (56 tahun) warga dusun Krajan RT 007 RW 002 desa Tanjung Sari kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo.

Kejadian pengrusakan motor itu terjadi di dusun Tempolong RT 007 RW 002 desa Tanjung Sari kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo.

Menurut AH, motor miliknya, Honda Kharisma Nopol N 5398 QG dilempari batu secara bertubi-tubi oleh Sn, yang tak lain adalah keponakannya sendiri.

Kepada media, AH mengungkapkan kejadian pengrusakan motor miliknya tersebut bermula dari perang mulut antara AH dengan Sn di rumah Ms.
AH yang merasa dirugikan lantaran merasa uang hasil jerih payahnya selama bekerja di Malaysia yang dititipkannya kepada Sn tidak sesuai jumlahnya dengan yang diserahkan kepadanya ketika AH kembali ke kampung halamannya.
Selain itu, AH merasa diperlakukan secara tidak adil lantaran ia tidak diberikan bagian atas warisan orang tuanya yang menurut AH tanah warisan orang tuanya dikuasai oleh kakak kandungnya yaitu ibu Sn.

Lantas oleh karena itu, AH meluapkan kekesalannya terhadap Sn dengan cara berkata-kata menyinggung Sn.
Lalu Sn menanggapinya dengan emosi dan berusaha mencakar wajah AH.
Kemudian AH berupaya menghindar sembari menangkis, dan tanpa sengaja jari AH yang bercincin mengenai dahi Sn.

Diduga merasa kesakitan, lalu Sn masuk ke rumahnya mengadu kepada orang tuanya dan kembali lagi mendekati AH serta memukulkan kunci berantai ke wajah AH, dan mengena pada dahi AH.

“Ini bekas luka kena kunci yang dilemparkan ke muka saya.”, ujar AH sambil menunjukkan dahinya.

Menurut keterangan warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu, setelah memukul dengan kunci berantai, Sn mengambil pecahan bata kemudian melemparkannya ke arah AH.
Lantas AH menghindar dengan berlari pergi meninggalkan Sn yang sedang kalap.

AH yang hendak menyalakan mesin motornya untuk beranjak pulang, namun mesin motornya tak kunjung menyala.
Sedangkan Sn terus mengejarnya.
Lalu motor terjatuh dan AH berlari pergi meninggalkan motornya.

“Saya sudah lari, mau pulang, tapi dikejar. Karena saya lari, terus saya dilempari bata.”, kata AH.
Diduga merasa tidak puas, lantas Sn melempari motor AH secara bertubi-tubi dengan menggunakan batu-bata yang ada di depan rumah Ms hingga beberapa bagian selebor depan dan samping mengalami kerusakan atau pecah.

Atas kejadian pengrusakan tersebut, AH hendak melaporkannya ke Polisi untuk meminta keadilan.

Sebelumnya AH telah terlebih dahulu dilaporkan ke Polisi oleh Sn atas tuduhan penganiayaan, yang sebenarnya itu dilakukannya sebagai upaya mempertahankan diri.
(Bersambung)

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment