Banjir Kembali Menyapa, Tagana Kabupaten Pasuruan Ringankan Beban Para Korban

Patrolipos.id, 15/02/2020_Setelah diguyur hujan sekian lama dengan intensitas yang lumayan tinggi, sungai Wrati memuntahkan air yang tak mampu ditampungnya, got dan gorong-gorong yang ada pun kewalahan dibuatnya.

Inilah yang kemudian menjadi penyebab munculnya genangan air dengan volume yang kian meningkat. Selanjutnya genangan air dimana-mana menjadi pemandangan yang harus segera dilakukan tindakan agar volume air bisa turun hingga mengering.

Kabarpun tentang kondisi ini kian meluas hingga sampe pada ruang dengar para relawan si BAJU BIRU Tagana dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Dayung bersambut, koordinasi dengan beberapa pihak terus dijalankan, hingga pada akhirnya siap terjun ke lokasi dengan tupoksi masing-masing.

Tagana dalam giat kali ini menggelar DU atau Dapur Umum di lokasi bencana banjir, tepatnya di Desa Kedungringin Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan,

Relawan Tagana memasak ribuan nasi untuk korban banjir pada hari Sabtu (15/02/2020), diharapkan hal ini dapat membantu meringankan beban derita para warga terdampak.

Sementara itu Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana alam kabupaten Pasuruan, Akhwan Husen S. Hut. mengatakan, Dinsos dan Tagana telah membuat dapur umum untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir luapan sungai Wrati.

“Dapur umum tersebut digunakan untuk memasak serta menampung logistik bagi keperluan korban banjir tersebut,” Kata Akhwan Husen.

Masih menurut Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Pasuruan. Sekali masak, kita bisa untuk 1.000 hingga 2.000 (Seribu – Duaribu) nasi bungkus Mas,”Tambahnya.

Sejak Jum’at 14 Februari 2020, banjir menggenangi permukiman warga Desa Kedungringin. Selanjutnya anggota relawan Tagana berkegiatan memasak bagi korban banjir pada hari berikutnya.

Nasi bungkus selanjutnya dikirim ke 5 Dusun terdampak banjir sungai Wrati, antara lain.

Balong rejo 315 rumah, Kedungringin Tengah, 100 rumah, Kedungringin Selatan 210 rumah, Gersikan, 260 rumah, Guyangan, 180 rumah.

Sampai saat ini, anggota Tagana dan Dinsos masih membuka dapur umum dan posko bencana alam bagi Desa terdampak.

“Kami masih menyediakan nasi bungkus untuk masyarakat,” Ungkapnya.

Bantuan nasi bungkus itu juga di koordinasi dengan lembaga sosial lainnya, sehingga tidak terjadi penumpukan bantuan.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman relawan, dengan gotong royong membantu masyarakat korban banjir Sungai wrati,” Pungkasnya.

Beberapa Unsur yg Terlibat dalam eksen tersebut yait Tagana, BPBD dan Babinsa, Babinkamtibmas, PemDes, Relawan dan warga.(syai/war)

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment