DI HARI PEDULI SAMPAH, KENALKAN TAS KRESEK BERBAHAN DASAR SINGKONG

MAYANGAN – Seiring dengan terbitnya Perwali 79 tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dan instruksi Wali Kota nomor 188.55/1/inst.425.012/2019, tentang penanganan sampah di wilayah permukiman. Wakil Wali Kota Soufis Subri  berharap ada aksi nyata  sebagaimana amanat perda kota probolinggo nomor 5 tahun 2010 tentang pengelolaan sampah, dimana Pemerintah Daerah melalui dinas terkait bertanggung jawab terhadap keberadaan sampah di TPS diangkut ke TPA.

Hal ini diungkapkan Wawali dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di TPA Bestari, Jum’at(28/2) pagi. Hadir pula Sekda Ninik Ira Wibawanti, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah dan para stakeholder peduli lingkungan. Secara simbolis, Wawali menyerahkan helm kepada staf DLH sebagai tanda dilaunching program bike to work, mulai Jum’at (6/3) mendatang. Pemberlakuan ini setiap Jum’at minggu I, bagi semua pegawai pemkot yang jarak dari rumah ke kantor kurang dari 4 km.

Dalam kesempatan itu juga digelar demo penggunaan kantong singkong ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik. Disebut kantong singkong karena memang terbuat dari tepung singkong yang diolah berbentuk seperti tas kresek, namun lebih halus dan lembut. Kantong singkong ini aman karena apabila tidak digunakan bisa dibuang di tanah dan terurai menjadi kompos dalam waktu 3 bulan.

Demo oleh Agit Punto Yuwono, dari PT Inter Lestari Jakarta tentang kantong singkong dimulai dari cara membuatnya serta pembuktian jika berbeda dengan plastik/kresek biasa. Mulai dari dibakar, disterika hinggadimasukkan dalam air panas, kantong singkong tetap aman digunakan.

d4f1fa05 c4f8 4e26 82e7 ffe44215cc99

Wawali berkeinginan, agar penggunaan kantong singkong ini bisa diimplementasikan di Kota Probolinggo untuk mengurangi sampah plastik. Dengan begitu masalah sampah sudah bisa tertangani di tingkat rumah tangga.

“Penyadaran bagi masyarakat hendaknya terus dilaksanakan, sehingga masyarakat mengerti akan pengelolaan lingkungan utamanya pengelolaan sampah secara benar dan baik. Kami berharap lembaga pendidikan dan mitra DLH ikut berperan aktif, sebagai motivator dan fasilisator  penggerak lingkungan dalam pengelolaan sampah,” pintanya.

Masih kata Subri, diperlukan pembinaan dan peningkatan kinerja pada Dinas lingkungan Hidup untuk mewujudkan inovasi baru tentang pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomis. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas peduli lingkungan antara wawali, sekda, kepala OPD, dancamat se-kota.

93a5eacb f0ed 4af3 9be0 22aa648e52dd

Wawali  juga meninjau stand pameran daur ulang dari perwakilan sekolah adiwiyata (SMKN 3, MAN I, SMKN 1, MAN 2), forum masyarakat peduli sungai (Formalis), Papesa, Komunitas peduli lingkungan,  kampung daur ulang re, re, re. Terakhir menyaksikan demo penggunaan alat penyapu jalan elektrik guna mempermudah menyedot sampah yang sulit dijangkau. (yuli)

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment