DISKOMINFO KOTA PROBOLINGGO AJAK MEDIA KUNJUNGI PEMKOT YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – Diskominfo Kota Probolinggo menggelar gathering dengan sejumlah 60 awak media, salah satu agendanya berkunjung ke Diskominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Kamis (5/3) siang.

Di bawah komando Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman, para jurnalis diajak sharing tentang sinergitas yang sudah terbangun dengan pemerintah setempat.

“Maksud kedatangan kami bersama rekan-rekan media ini untuk mengetahui bagaimana menjaga sinergitas dengan mereka serta pola seperti apa yang diterapkan. Nantinya biar teman- teman media ini yang lebih banyak berinteraksi,” ujar Aman, usai memaparkan kondisi geografis Kota Probolinggo.

Hal ini langsung direspons oleh Kepala Diskominfo dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono. Ia merasa senang dengan kehadiran rombongan Kota Probolinggo yang cukup banyak.

IMG 20200305 WA0036

“Terima kasih kehadirannya, semakin banyak yg datang ke Kota Yogyakarta, kami semakin senang. Harus diterima dengan seduluran, karena pasti membawa rejeki. Sejalan dengan keinginan bapak Wali Kota Yogyakarta agar mereka merasa nyaman selama berada di sini,” ungkapnya.

Ia bercerita tentang kondisi Kota Yogyakarta yang padat penduduknya dan memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi termasuk indeks kebahagiaan masyarakatnya.

“Karena di sini tidak terlalu banyak destinasi wisatanya, maka dikembangkan kawasan seperti pasar tradisional sebagai bagian obyek wisata. Pusat daya dukung perekonomian Kota Yogyakarta justru banyak didominasi masyarakat dari Bantul, Sleman dan sekitarnya. Malah pedagang asli Kota Yogyakarta hanya berkisar 20%, namun kita menganut struktur ekonomi terbuka,” paparnya.

IMG 20200305 WA0037

Tri juga menyinggung tentang peran media. Karena dikenal sebagai kota pariwisata, maka pemberitaannya harus kondusif agar tidak berdampak bagi tamu yang berkunjung ke Kota Yogyakarta.

Ia menjawab berbagai pertanyaan rekan media. Seperti Rohim, dari media radar nasional, Huda dari memorandum, Toyyib dari Surya Indonesia. Pendekatan dengan media melalui kemitraan hampir mirip dengan Kota Probolinggo.

“Semua tergantung kita menggandeng mereka agar permasalahan komunikasi bisa diminimalisir. Advertorialserta kerja sama lebih kepada tanda hubungan baik. Bukan harus bertransaksi dengan pemberitaan yang diinginkan,” jelasnya.

IMG 20200305 WA0035

Setiap tahun di Yogyakarta juga digelar media gathering. Ada pertimbangan obyektif sesuai peringkatnya. Tingkat oplah dan pengaruhnya, itulah yang membedakan.Namun media lokal tetap proritas. Termasuk media sosial memiliki pengaruh besar sehingga tetap dibutuhkan supaya persepsi publik terbentuk.

“Semua media diundang, namun kerja sama tetap terbatas sesuai dengan media yang terdaftar. Di sini dibentuk paguyuban wartawan Yogyakarta, ada 20 media yang aktif. Tidak ada masalah selama ini,”imbuhnya.

Pihaknya juga memfasilitasi tempat bagi wartawan mengirimkan berita, yang dilengkapi komputer dan layanan internet. Menurutnya, selama ada komunikasi yang baik dengan rekan wartawan maka bisa mengubah persepsi publik. Karena mereka ini yang memiliki peran untuk mempromosikan daerahnya. (Yuli)

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment