MILLENIAL JOB CENTER SOLUSI KEMBANGKAN KARIR DI ERA DIGITAL

MAYANGAN (Patrolipos.id) – Perkembangan dunia kerja millenial menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menciptakan programMillenial Job Center (MJC) sebagai wujud Jatim Kerja dalam Nawa Bakti Satya. Untuk itu, Pemerintah Kota Probolinggo pun menyambut program tersebut dengan menggelar sosialisasi MJC kepada 150 peserta dari kalangan pelajar, UMKM dan perusahaan.

Sosialisasi MJC dilaksanakan di Bromo Park Hotel, Rabu (11/3) dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Kapolres Probolinggo Kota AKPB Ambariyadi Wijaya dan Kajari Yeni Puspita.

MJC adalah wadah pertukaran informasi dan jaringan di antara client – mentor dan talenta yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem freelancer yang kompetitif dan kondusif di Jawa Timur. MJC menjadi strategi facing new challenge dimana perusahaan harus menguasai teknologi (digital marketing) dan digital minded.

“Saya senang sekali bahwa di sosialisasi ini juga menghadirkan UMKM. Kami menyadari, daya saing UMKM akan sangat ditentukan juga dengan kemampuan mengakses di era millenial. Sebuah perusahaan pun jika tidak bisa digital marketing, tidak punya desain menarik, development konten menarik, jelas (perusahaan) akan bersaing ke depannya,” jelas Wagub Emil Dardak.

Menurutnya, bayangan UMKM untuk bekerja dengan freelancer sangat jauh untuk direngkuh. “Tapi sekarang sudah tersedia. Banyak anak muda yang punya ruang. MJC menjawab dua kebutuhan ini sebagai transformator untuk membantu usaha berdaya saing. Yang tidak punya pengalaman di-upgrade skill dan punya jam terbang oleh mentor,” beber wagub.

MJC, lanjut Emil Dardak, menjawab solusi bagi mereka yang belum bekerja. Dan biasanya mereka akan ikut dengan kesadarannya sendiri untuk mengembangkan diri. Berbagai permintaan untuk bergabung dalam MJC diakui sudah banyak permintaan. Emil pun yakin, dengan pengembangan wisata di Bromo Tengger Semeru dan Pelabuhan Tanjung Tembaga bisa mengembangkan UMKM yang dikelola secara professional untuk memiliki daya saing.

“Kami bersama Bapak Wali Kota akan mengidentifikasi UMKM untuk mentoring. Dan, Kota Probolinggo bisa menjadi satu-satunya kota yang bisa mengambil kesempatan untuk menjemput era freelancer ini,” terang Emil Dardak lagi.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi mengungkapkan pertumbuhan industri khususnya di Kota Probolinggo mengalami tren positif, utamanya pada industri kreatif. Beberapa industry kreatif yang telah dilaksanakan dan berkembang antara lain fotografi, kuliner, desain, fashion, seni, periklanan dan penerbitan yang kesemuanya menunjang pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan.

36d69c2a 704e 4ec1 909d 3ad6786a8b6a

Kendati demikian, ada kendala dalam pengembangan ekonomi kreatif di kota ini antara lain modal usaha, bahan baku, kemampuan SDM dan pemanfaatan teknologi. Maka diperlukan dukungan ketersediaan ruang publik bagi pelaku usaha ekonomi kreatif falam mempromosikan, menyosialisasikan dan mengenalkan produknya.

“Dari sosialisasi ini diharapkan ada peningkatan pengetahuan yang fokus pada matchmaking freelancer dan klien. MJC ini sebagai wujud hadirnya pemerintah dalam menjawab tantangan yang berkembang yaitu teknologi informasi,” ujar Habib Hadi.

Wali Kota pun meminta generasi muda di Kota Probolinggo untuk mengambil kesempatan yang baik dalam mengembangkan pengetahuan serta kemampuan. “Setelah mengikuti ini, semua pelaku UMKM atau pelajar yang dapat mengembangkan diri serta menumbuhkan usaha di bidang start up dengan ikut pelatihan UKM/IKM ekonomi kreatif,” pesannya.

527dfd3d d3f8 4b40 bbb1 dada1e0fde89

Ingin tahu banyak tentang MJC ini, bisa diakses melalui instagram mjcjatim atau website http://mjcjatimprov.go.id (famydecta)

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment