GUBERNUR KHOFIFAH DATANGI PABRIK APD DI KOTA PROBOLINGGO

KADEMANGAN, Patrolipos.id – Kota Probolinggo menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ini setelah Wali Kota Hadi Zainal Abidin melaporkan ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait produk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang dibikin di sebuah pabrik di Kota Mangga. Rabu (1/4) siang, gubernur bertolak untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Ya, Bapak Wali Kota (Hadi Zainal Abidin) mengirimkan foto ke saya kalau ada pabrik yang memproduksi APD di Kota Probolinggo. Saya ingin memastikan produksi APD dari pabrik yang ada disini. Katanya, satu bulan bisa memproduksi sampai 1 juta (APD),” ujar Gubernur Khofifah, setelah melihat proses produksi di pabrik Putrateja Sempurna, di Jalan Brantas.

IMG 20200401 WA0105

Seperti diketahui, Selasa (31/3), Wali Kota Habib Hadi meninjau pabrik yang mengerjakan pesanan APD berstandar WHO dari pemerintah pusat. Saat itu juga wali kota mengirimkan foto, kemudian diminta mengirimkan contoh ke gubernur di Grahadi Surabaya.

“Saya tidak tahu klasifikasinya, lalu dr Joni (Joni Wahyuaji, Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya) melihat contohnya yang dikirim, dan katanya ini kualitas premium. Beliau menentukan APD tidak sekadar bentuknya menutup tubuh tapi harus secure,” imbuh Khofifah, yang siang itu datang bersama dr Joni Wahyuaji dan Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan. 

IMG 20200401 WA0108

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, melihat hasil produksi APD pabrik tersebut, ia mengatakan kuotanya bisa digunakan untuk rumah sakit di Jawa Timur. Ia meminta kuota harian seperti yang sudah dilakukan di pabrik masker. Kebutuhan harian dirasa penting oleh gubernur karena semua membutuhkan segera.

“Supaya ada rasa aman bagi seluruh tenaga kesehatan, baik itu tenaga medis, paramedik hingga front liner yang menangani COVID 19 di rumah sakit. Saya tanya bahan baku beliau bilang cukup,” imbuhnya.

IMG 20200401 WA0107

Kepada gubernur, Supriyono, owner Putrateja Sempurna yang punya tiga unit pabrik itu menegaskan konversi dari hasil garmen yang dihasilkan (selama membuat APD) bisa bertahan untuk tiga bulan ke depan.

“Kami sampaikan terima kasih ada niatan bersama-sama menangani penyebaran COVID 19. Kemudian kita bisa memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan. Mudah-mudahan tercukupi karena APD ini kebutuhan seluruh dunia,” ujar gubernur. 

Informasinya, satu pasien COVID 19 membutuhkan 23 APD per hari. Gubernur mencontohkan, di RSUD dr Soetomo Surabaya ada 11 pasien, maka kebutuhannya 23 APD dikalikan 11 setiap harinya. Rumah sakit dalam koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehari membutuhkan 3200 APD.

IMG 20200401 WA0106

Setelah di pabrik unit 2, Gubernur Khofifah bersama rombongan, Wali Kota Habib Hadi, Wawali Mochammad Soufis Subri, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letklol Inf Imam Wibowo, Kajari Probolinggo Yeni Puspita serta kepala OPD terkait dari Pemerintah Kota Probolinggo menuju ke pabrik Putrateja Sempurna unit 3 yang terletak di Desa Lemah Kembar. Nantinya, unit di Jalan Anggrek juga akan memproduksi APD seperti dua unit lainnya.

Dari perbincangan di ruang rapat, Jawa Timur mendapat kuota sebanyak 3000 piece per hari. Gubernur juga bersyukur ada pabrik yang mau memproduksi tanpa berpikir keuntungan semata. Pertemuan itu juga menyinggung soal kesiapan Kota Probolinggo baik berupa anggaran dan sarana prasarana untuk mengantisipasi lonjakan pasien virus korona. Kesiapan pintu-pintu masuk mulai dari pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal bus juga diharapkan ada perhatian khusus. 

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment