TANGANI DAMPAK COVID 19, INI RENCANA PEMKOT PROBOLINGGO

KANIGARAN, Patrolipos.id – Dampak sosial dan ekonomi akibat dari penyebaran COVID 19 menjadi perhatian baik pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Di Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi Zainal Abidin sudah merampungkan pendataan kepada masyarakat yang kemungkinan bisa terdampak.

IMG 20200403 WA0117

“Dampak sosial menjadi arahan dari Presiden. Kami tahu masyarakat banyak terdampak. Tetapi kami masih terus berupaya memvalidkan data. Proses masih berjalan, harus lebih teliti, lebih detail,” kata Wali Kota Hadi Zainal Abidin, dalam telekonferensinya bersama para jurnalis, Jumat (3/4) sore.  

Data yang dimaksud dari sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yakni Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sosial dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Rencananya, Pemerintah Kota Probolinggo akan memberikan bantuan. Tentu saja rencana tersebut harus melihat edaran dari kementerian, untuk mengetahui apa-apa saja yang boleh dilakukan pemerintah daerah dalam situasi seperti ini.

IMG 20200403 WA0122

“Apakah akan memberikan bantuan secara langsung sehingga masyarakat merasakan manfaatnya, itu masih menunggu dari kementerian. Yang jelas, kami sudah melakukan pergeseran APBD untuk memenuhi kebutuhan pencegahan khususnya di Dinas Kesehatan dan RSUD,” beber mantan anggota DPR RI ini.

Proses pergeseran anggaran tersebut telah dilakukan sesuai petunjuk Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri. Sumber dana yang digeser antara lain belanja tidak terduga, Dana Insentif Daerah (DID), DBHCHT, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Jumlah pergeseran anggaran untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp 18.434.000.000, sedangkan RSUD Rp 9.894.610.000. Total dana pergeseran untuk penanganan COVID 19 diproyeksikan senilai Rp 28.328.610.000. 

IMG 20200403 WA0115

“Bukan masalah pencegahan saja tapi ada masalah sosial, ada masalah dampak ekonomi yang juga menjadi perhatian,” tegas Wali Kota Habib Hadi. Masalah yang dimaksud adalah dikhawatirkan terjadi putus kontrak atau PHK (pemutusan hubungan kerja) dampak dari COVID 19. 

Wali kota mencatat, di seluruh perusahaan yang ada di Kota Probolinggo ada 7.298 tenaga kerja (by name by addres) yang merupakan warga kota. Jumlah warga pekerja dengan pendapatan harian sebanyak 7009. Contohnya berprofesi sebagai ojek, nelayan, tukang becak dan pedagang.

“Insyaallah akan kami siapkan langkah. Mereka yang punya usaha harian dan jelas terdampak ini harus kita perhatikan,” jelasnya Habib Hadi.

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment