Rapid Test Massal Untuk Semua Elemen Masyarakat Beresiko

Patrolipos.id – KRAKSAAN – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sedang gencar melaksanakan pemeriksaan rapid test massal. Sasaran pemeriksaan rapid test massal ini adalah semua elemen masyarakat yang beresiko.

“Seperti kapan hari kita sudah melakukan pemeriksaan rapid test massal terhadap pemudik. Kemudian dilanjutkan kepada para pedagang pasar dan pengunjung pasar karena memang mereka beresiko,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, saat ini Pemkab Probolinggo melalui dari kebijakan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE tengah melakukan pemeriksaan rapid test terhadap ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Terutama ASN yang bertugas memberikan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat. Mungkin ke depan nanti dan sekarang masih kita kaji tentang pemeriksaan rapid test massal bagi para santri pondok pesantren,” jelasnya.

Anang menegaskan pemeriksaan rapid test massal ini bertujuan agar daerah-daerah yang beresiko bisa diketahui apakah sudah terpapar atau tidak. Kalau terpapar maka akan segera ditindaklanjuti supaya tidak terjadi penyebaran-penyebaran yang lebih jauh lagi.

“Prinsipnya, kita inginnya semua masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa terdeteksi. Cuma karena keterbatasan saja maka akhirnya kita pilih elemen-elemen tertentu yang memang beresiko,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan rapid test massal ini jelas Anang, untuk petugas yang bertugas tetap menerapkan protokol kesehatan. Petugas memakai APD (Alat Pelindung Diri) level 1 selama melakukan pemeriksaan itu. “Selain itu, mereka juga masih harus memakai masker, kaca mata, face shield dan sarung tangan yang selalu terganti spaya mereka tidak tertular dan menularkan,” ungkapnya.

Untuk isolasi mandiri tegas Anang, sampai saat ini kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang reaktif diawasi di fasilitas Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo. Pihaknya masih ingin memastikan masyarakat yang terkonfirmasi itu tertib utuk melakukan protokol kesehatan.

“Sebenarnya mungkin saja suatu saat ke depan orang-orang dan masyarakat yang kita yakini bisa menjaga protokol kesehatan bisa saja melakukan isolasi mandiri di rumah. Cuma pada saat ini, kita masih belum meyakini hal tersebut. Alasannya karena masyarakat masih belum bisa disiplin mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

Oleh karena itu tambah Anang, orang-orang reaktif dan terkonfirmasi positif COVID-19 ini dilakukan isolasi mandiri di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo dengan pengawasan ketat dari petugas medis yang sudah ditugaskan oleh Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo. 

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment