KESERUAN KTS KADEMANGAN PERMATA REGENCY DI MINGGU PAGI

Patrolipos.id – KEDOPOK – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri bersama kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo gowes pagi menuju Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kademangan Permata Regency, Minggu (14/6).

Setibanya di KTS yang terletak di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok itu Wali Kota Habib Hadi – Wawali Soufis Subri meresmikan check point dengan seremonial pengguntingan pita. Di check point khusus kendaraan roda dua itu, tertulis mereka yang memasuki area KTS wajib memakai masker, berhenti selama 10 detik di area penyemprotan disinfektan dan segera cuci tangan sesampainya di tempat tujuan.

IMG 20200614 WA0033Pada kesempatan itu, Wawali Subri menyampaikan beberapa hal bahwa dalam kondisi pandemi COVID 19 masyarakat harus tetap waspada. Utamanya kepada lansia dan anak-anak yang harus selalu dijaga, jangan keluar dari protokol kesehatan COVID 19.

Ia juga mengingatkan tentang new normal. “Jangan sampai new normal merubah mindset bahwa COVID 19 telah berlalu. Alhamdulillah disini sudah terbentuk Kampung Tangguh Semeru. Sesuai harapan beliau (wali kota) jangan sampai sifatnya hanya ceremonial. Dan, kami juga berharap jangan sampai ada warga yang terpapar COVID 19,” terang wawali.

Kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama warga lalu meninjau stand UMKM yang penjualnya adalah warga setempat. Menu yang dijual pun bermacam makanan dan minuman. Tidak hanya itu, warga juga bisa donor darah dan rapid test COVID 19 secara gratis yang disediakan oleh Puskesmas Kedopok.

IMG 20200614 WA0032Saat meninjau stand UMKM, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan pesan agar warga memasarkan produknya melalui media sosial (medsos). “Manfaatkan medsos apapun, bisa facebook, instagram atau lainnya untuk berjualan. Karena sekarang ini medsos bisa menjadi media pemasaran yang tepat untuk UMKM,” pesannya.

Kejadian menarik saat Habib Hadi dan Subri mampir ke penjual pentol atau cilok daging sapi yang sudah dikerumuni pembeli. Nampaknya mereka ikut mengantre beli camilan legendaris yang hampir disukai banyak orang itu.

“Ini mengingatkan masa kecil saya, dulu harus beli cilok setiap hari,” ujar bapak dengan empat orang anak itu.

“Iya, enak ciloknya. Dagingnya terasa,” sahut Wawali Subri setelah mencicipi cilok miliknya. Wali kota mengaku sudah lama tidak makan cilok selama kurang lebih 20 tahun, tetapi kalau makan bakso, ia masih sering.

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment