PT. Putrateja Sempurna mewakili ICP Grup memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD)

Patrolipos.id, Probolinggo – Owner PT. Putrateja Sempurna, Jayanto Hendro Prabowo ditemani Facturing Manager Muhamad Rofik, mewakili ICP Grup, berkunjung ke kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman Nomor 19, Jumat (26/6), guna memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD).

IMG 20200626 WA0016

Bantuan itu diserahkan langsung kepada Wakil Wali (Wawali) Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri yang didampingi Sekretaris Daerah drg Ninik Ira Wibawati.

Situasi dan kondisi kota di tengah pandemi COVID 19 membuat perusahaan garmen itu tergerak untuk turut membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran virus corona.

“(perusahaan) Kami bergerak di bidang jahit menjahit. Jadi sudah sewajarnya dan karena hal itulah (yang melatarbelakangi bantuan kali ini). Untuk kali ini, kami memberikan satu box masker standar medis, jumlahnya sekitar 500 buah dan sekitar 100 buah hazmat (APD, red) standar WHO (Badan Kesehatan Dunia, red). Dengan harapan, apa yang kami berikan dapat membantu Pemkot dan jajarannya dalam menanggulangi penyebaran virus corona di Kota Probolinggo,” ujar Owner PT. Putrateja Sempurna yang menegaskan pemberian masker merupakan bantuan yang kedua kalinya.

IMG 20200626 WA0018

Sementara itu, Wawali Subri mengapresiasi kepedulian dari sejumlah pengusaha yang tergabung di ICP Grup, dimana salah satunya adalah PT. Putrateja Sempurna yang berlokasi di Jalan Brantas KM 3 Kecamatan Kademangan.

Menurut wawali, para pengusaha itu tak hanya memikirkan bagaimana usahanya di tengah gempuran wabah, namun juga membantu pemerintah melawan sekaligus menekan penyebaran covid 19 yang terus berkembang hingga kini.

“Kepedulian seperti ini patut dijadikan contoh agar dalam kondisi pandemi ini, pemerintah bersama dengan CSR dan seluruh elemen masyarakat, bergandengan tangan menuntaskan ini semua,” katanya.

Saat ditanya bagaimana tanggapannya terhadap bertambahnya kembali pasien terkonfirmasi COVID 19 di Kota Probolinggo, Subri menegaskan masyarakat harus lebih peduli terhadap situasi saat ini. Bukan karena kita bersiap adaptasi kebiasaan baru di era new normal, lantas masyarakat “mengabaikan” protokol kesehatan dan aturan yang ada.

“New normal bukan berarti covid selesai. Perkembangan pergerakan kasus covid, sudah seharusnya juga menjadi perhatian bersama. Data covid dunia menyebutkan, percepatan pertumbuhan kasus ini terus meningkat dibandingkan hari sebelum-sebelumnya. Ini berarti, kita harus ekstra waspada. Karena ketika lengah,maka tatanan kebiasaan baru new normal yang tengah diserukan menjadi sia-sia,” pungkasnya.

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment