Walikota Probolinggo Hadiri Pelepasan Kembalinya Santri Nurul Jadid

Patrolipos.id, Probolinggo – Bertempat di RS Nahdlaul Ulama Jalan Mastrip, ratusan santri putra Pondok Pesantren Nurul Jadid berasal dari Kota Probolinggo dan sekitarnya yang akan kembali ke pondok, dilepas secara seremonial. Wali Kota Hadi Zainal Abidin pun ikut menghadiri undangan pelepasan santri tersebut, Sabtu (11/7).

Para santri yang didampingi wali santri meletakkan tas mereka didekat kendaraan. Kemudian petugas menyemprot semua barang bawaan santri menggunakan cairan disinfektan. Ya, agar tidak berbondong-bondong ke pondok semua santri diantar secara rombongan dengan kendaraan milik NU dan Pemerintah Kota Probolinggo.

Selain santri yang berkumpul di RSNU, ada beberapa santri yang menunggu di titik-titik tertentu sejalan menuju pondok yang berlokasi di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo itu. Pelepasan semacam ini diharapkan dapat menghindari kerumunan di pondok dan meminimalisir penyebaran COVID 19 di lingkungan pondok.

WhatsApp Image 2020 07 11 at 11.22.08

Kepada wali santri dan santri, wali kota mengimbau saat mengirim ke pondok jangan hari Jumat dan melakukan salat Jumat disana. “Bukan karena apa, semata-mata demi menjaga lingkungan pondok betul-betul clear tidak ada virus. Itu harapan saya. Memang belum terbiasa dan belum pernah menghadapi seperti ini, tapi perlu dipahami untuk kebaikan semuanya,” imbaunya.

Di pondok, kata Habib Hadi, santri menuntut ilmu dan menjadi harapan keluarga. Selama kembali ke pondok santri diharapkan semangat belajar, menjalankan protokol kesehatan. Saat keluar lingkungan pondok harus bisa menjaga diri. Jangan sampai lengah dan menjadi penyebab penularan COVID 19 di lingkungan pesantren.

Seperti yang diterapkan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin milik keluarga wali kota, apabila ada acara kecil di rumah, wali santri supaya tidak menjemput kecuali darurat. Wali santri tidak usah repot-repot mengirim barang, jika butuh uang cukup mengirim uang saja. “Bersama-sama di situasi seperti ini harus bisa memahami. Harus punya pikiran menahan diri supaya tidak menjadi penyebab,” tuturnya.

Melihat wajah para santri yang agak sayu, Wali Kota Habib Hadi pun menyemangati mereka. Kondisi ini sudah biasa terjadi saat santri libur panjang dan berkumpul dengan orangtua serta keluarga.

WhatsApp Image 2020 07 11 at 11.22.08 1

“Orangtua pasti kehilangan tapi tunjukkan bahwa kalian bisa membanggakan orangtua. Bisa membuat orangtua tersenyum. Perpisahan memang berat tapi suatu keharusan orangtua memberi bekal agama bagi anaknya. Karena orangtua ingin anak lebih baik dari orangtuanya,” pesan Habib Hadi.

“Jangan punya pikiran dipaksa mondok karena orangtua tidak sayang. Justru karena sayang orangtua ingin memberi bekal agama. Semangat ya, semoga diberi kelancaran dan kesuksesan sehingga membuat orangtua tersenyum bangga di dunia dan akhirat,” sambungnya saat memberikan arahan.

Pelepasan ratusan santri hari ini merupakan gelombang kedua. Sebelumnya, ada pelepasan khusus santri putri. Kegiatan ini juga dihadiri alumni sepuh Nurul Jadid Kiai Al Qof dan alumni lainnya seperti anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Umil Sulistyoningsih.

Pelepasan Kembalinya Santri Nurul Jadid, Dihadiri Wali Kota Habib Hadi
Bagikan :

Related posts

Leave a Comment