MASYARAKAT MERASA DIRUGIKAN OLEH PELAKU USAHA ALFAMART DAN INDOMART

LUMAJANG, 14 JULI 2020.

Patrolipos.id, Lumajang – Dengan adanya super maket yang berada di Lumajang , mengikuti anjuran pemerintah / perbub, Nomor : 56 Tahun 2019. Tentang pengurangan bahan – bahan yang terbuat dari bahan pelastik, diantanya, kantong plastik, bungkus makanan ringan, botol air mineral, dan lain – dari bahan plastik temasuk benda yang terbuat dari bahan plastik.

Dengan adanya peraturan bupati Lumajang, sebagaimana mini market, di antaranya alfamart dan indomart yang berada di seluruh kabupaten lumajang, telah mematuhi perbub tersebut, untuk mengurangi bahan – bahan dari plastik termasuk kantong plastik,

Dengan perbub tersebut, Alfamart dan Indomart tidak bisa memberi kantong plastik dari setiap konsumen berbelanja, belanja banyak walau belanja sedikit.

Namun menurut masyarakat / konsumen yang pernah belanja di Alfamart dan Indomart di seluruh Lumajang sangat merasa dirugikan, dan sangant merasa tidak etis membawa belanja an dari Alfamart dan Indomart, karena setiap berbelanja itu tidak pernah di sediakan kantong plastik untuk tempat atau bungkus hasil belanja di tempat itu.

Menurut salah satu konsumen yang kami pergoki sewaktu belanja, dengan nada yang kurang baik mengatakan di depan wartawan atau media, bahwa, kami para konsumen sangat dirugikan dan dibuat seperti tersiksa membawa barang – barang belanjaan, dan kami menghimbou kepada pemilik perusahaan untuk segera mengganti kantong pelastik dengan kantong Lain, ujar perkataan dalam nada keberatan atas perilaku pengusaha yang telah tidak sewajarnya pihak konsumen di lakukan yang seperti itu, “kau bisa pengusaha menyediakan kantong selain dari plastik dan itupun harus di gratiskan , bukan untuk disuruh beli lagi”, ujar pembicaraan salah satu konsumen .

Mendengar pembicaran salah satu pihak konsumen , salah satu anggota ” LEMBAGA PERKINDUNGAN KONSUMEN NASIONAL INDONESIA ” ( LPKNI) Direktorat BPSK , MOH SAIFUL BAHRI, menyidak salah satu Alfamart di desa Tukum kec. Tekung kabupaten Lumajang, untuk berbelanja dan ternyata pembicaraan seorang konsumen tersebut benar – benar nyata, teryata barang – barang saya juga tidak di beri kantong plastik dan ada kantong lain tetapi saya di suruh membelinya, ujar perkataan Anggota LPKNI PROV JATIM, MOH SAIFUL BAHRI.

Maka dengan kejadian tersebut anggota LPKNI PROV JATIM, ingin melaporkan kejadian ini ke Lembaga perlindungan konsumen yang berwenang menangani permasalahan atas kerugian pihak konsumen dan sekalian menggugat ke Badan Penyelesean Sengketa Konsumen ( BPSK).

Menurut keterangan Moh Saiful Bahri pelaku usaha Alfamart dan Indomart telah melanggar ketentuan ketentuan yang berada di UU Nomor : 8 tahun 1999
Tentang kenyamanan konsumen dalam menggunakan barang dan jasa, serta membuat ketidakyamanan terhadap konsumen.

Dan apa bila para pelaku usaha tidak bisa mengeluarkan kantong plastik, seharusnya semua dagangannya tidak di bungkus dengan kantong plastik, dan apa bila perbup yang di keluarkan oleh Bupati Lumajang di perlakukan , dan di jalankan, maka bupati lumjang mengeluarkan himboan kepada pelaku usaha Alfamart dan indomart yang berada di lumajang, untuk tidak menjual makanan dan minuman yang terbungkus dari plastik. Ujar perkataan moh saiful bahri selaku direktorat BPSK Prov Jatim.

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment