Cegah Klaster Baru Forkopimda Tinjau Tempat Ibadah Tangguh

Cegah Klaster Baru Forkopimda Tinjau Tempat Ibadah Tangguh

PROBOLINGGO, PATROLIPOS.ID
Walikota Probolinggo,Habib Hadi Zainal Abidin bersama Kapolres Probolinggo Kota,AKBP.Ambariyadi wijaya serta Dandim 0820/Probolinggo,Letkol Inf.Imam Wibowo yang diwakili Kasdim,Mayor Inf.Miftah Puadi meninjau sekaligus menyerahkan masker bagi dua tempat Ibadah Tangguh wilayah Kecamatan Mayangan. Antara lain, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), serta Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB).Peninjauan ini sekaligus dimaksudkan untuk memastikan kesiapan tempat-tempat ibadah tersebut, dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tentunya diharapkan agar masyarakat tetap bisa beribadah dengan rasa aman dan nyaman, meski dalam masa pandemi.

Dalam sambutannya,Walikota Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan,segenap jajaran forkompinda mengunjungi tempat ibadah untuk memantau penerapan protokol kesehatan. “Pemerintah tidak akan berhenti melaksanakan semua upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Namun, hal tersebut membutuhkan kekuatan gotong royong dan sinergi semua elemen. Pemerintah akan terus bersinergi dengan TNI, Polri dan juga masyarakat, untuk bergotongroyong menanggulangi pandemi ini,” terang Habib Hadi.Minggu (6/9/2020)Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan,hampir sebagian besar masyarakat Kota Probolinggo sudah sadar akan pentingnya protokol kesehatan,

terutama pemakaian masker.Dalam era new normal ini, semua kegiatan untuk umum dibuka. Namun penerapan protokol kesehatan wajib diberlakukan seperti pemakaian masker dan lainnya. “Penerapan protokol kesehatan ini wajib dilakukan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Probolinggo. Sehingga masyarakat bisa beribadah dengan aman di tempat ibadah tersebut,” ujar Kapolresta.Penerapan protokol kesehatan di masa pandemi berlaku tak hanya di ruang publik seperti pusat bisnis atau perkantoran, tetapi juga gereja sebagai tempat ibadah. Organisasi gereja telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” terang Kapolresta, disela sela penyerahan masker.Sementara itu,

Kasdim 0820/Probolinggo,Mayor Inf.Miftah Puadi  menambahkan,“Tempat Ibadah Tangguh ini dapat dibilang adalah salah satu bentuk sikap bahu membahu pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat, dalam upaya menerapkan protokol kesehatan. “Selain tempat ibadah yang tangguh, kita juga diharapkan tangguh di SDM, tangguh di kesehatan dan tangguh dalam disiplin,” imbuhnya.Sementara itu Pendeta Gereja Merah,Rita Atalita  mengatakan, gereja ini dbangun pada era VOC Belanda, pada 1862 silam. Gereja Merah sekarang menjadi cagar budaya serta objek wisata religi di Kota Probolinggo.

Protokol kesehatan kami berlakukan sejak  beberapa bulan lalu. Dan sekarang kami berlakukan lebih ketat lagi mulai cuci tangan, cek suhu dan pemberian hand sanitizer pada jemaat gereja.Sementara kapasitas normal Gereja Merah menampung 150 jemaat,kami kurangi menjadi 50 jemaat karena kami berlakukan physical distancing,” urainya

Reporter : Fahrul/Sayful
     Editor : Anton

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment