SMKN 1 PROBOLINGGO Laksanakan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

SMKN 1 PROBOLINGGO Laksanakan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka


PROBOLINGGO, PATROLIPOS.ID
Uji coba belajar tatap muka dilakukan melalui tahapan ketat, dan tidak semua sekolah SMK dan SMA diijinkan. Hanya sekolah yang berada di zona hijau, kuning dan oranye saja yang dapat melaksanakan, itupun dengan syarat protokol kesehatan.

Sejumlah sekolah tingkat SMA/sederajat di Jawa Timur mulai melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka termasuk SMKN 1 PROBOLINGGO. Hal itu disambut gembira siswa-siswi meskipun dengan pemberlakuan ketat protokol kesehatan.

SMKN 1 PROBOLINGGO melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka sudah melakukan beberapa tahapan sebelum mengadakan kegiatan KBM tatap muka. Mulai dari zona wilayah, penerapan protokol kesehatan, persetujuan dari wali murid sampai ijin dari Walikota Probolinggo.

Anton Sebagai Waka Kurikulum saat ditemui awak media mengungkapkan siswa mengikuti kegiatan KBM tatap muka sekolah dibatasi hanya 25% siswa yang mengikuti simulasi sedangkan siswa yang lain tetap pembelajaran secara daring. Kalau melihat langsung hari ini, sekolah sudah bagus dengan penerapan protokol kesehatannya, ungkapnya.

Kami juga melakukan protokol kesehatan ketat. Saat siswa masuk, suhu tubuhnya diukur, cuci tangan atau tangannya diberi hand sanitizer, langsung masuk ke kelas, siswa dan guru wajib memakai masker dan face shield. Guru harus selalu jaga jarak saat mengajar, ujarnya kepada awak media.

Dengan harapan kegiatan KBM tatap muka ini merupakan awal yang baik untuk siswa-siswi tentunya di SMKN 1 PROBOLINGGO. Semoga kedepannya jauh lebih baik untuk kemajuan semuanya terutama bagi anak didik kami.

Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan KBM tatap muka ini. Khususnya untuk Tim SMKN 1 PROBOLINGGO yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang telah diamanahkan oleh pemerintah, ungkap Eny Anggraini selaku kepala sekolah SMKN 1 PROBOLINGGO.

Reporter : Yuris/Sayful
     Editor : Anton

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment