Direktur PSKBA KEMENSOS RI Hadiri Acara Puncak KSB Malang

Malang (patrolipos.id) – Sebagai upaya penanggulangan kebencanaan serta pengurangan resiko bencana di seluruh wilayah di Indonesia, kemensos RI hadir dengan sejumlah program andalan berbasis masyarakat dengan mengedapkan kearifan lokal.

Sebagaimana yang disampaikan Direktur Penanggulangan sosial korban bencana alam (PSKBA) kemensos RI “M.SAFII NASUTION” pada jumpa persnya di akhir acara pembentukan KSB pada jumat 18/09/2020 bahwa, pihaknya akan terus melakukan upaya dalam rangka penanggulangan kebencanaan, khususnya bencana alam. Salah satunya dengan membentuk sumber daya manusia SDM yang mumpuni di beberapa daerah, dimaksudkan nantinya masyarakat dapat melakukan aksi-aksi penanganan kebencanaan secara mendiri cepat dan tanggap, hal ini dikemas dalam program KSB kampung siaga bencana.

“Terkait penanggulangan kebencanaan baik pra saat dan pasca, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Perlu keterlibatan pihak-pihak lain terutama masyarakat itu sendiri. Ini yang kemudian menjadi penting untuk memberdayakan masyarakat, karena masyarakat bukan hanya sebagai objek bencana tapi juga sebagai subjek, ini yang menjadi alasan dibentuknya KSB. Untuk lebih berdaya selanjutnya perlu sinergitas antara masyarakat dengan lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah, seperti media dan kelompok masyarakat lainnya” tutur Safii Nasution.

Direktur PSKBA kemensos RI ( M. SAFII NASUTION. A.ks.MP ) di lokasi KSB kec. Bantur kab. Malang jawa timur jumat, 18 september 2020

MEILANY NURDIANAWATI. S.Psi Analis mitigasi bencana Dinsos kabupaten Malang melengkapi apa yang telah disampaikan Direktur PSKBA Kemensos RI. Menurut Meilany “Kampung Siaga Bencana dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar lebih siap untuk menghadapi kerawanan kerentanan dan dalam pengurangan risiko bencana, sekaligus peningkatan kapasitas relawan masyarakat dalam penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat” pungkasnya.

“Kami harus antisipasi kemungkinan adanya tanah longsor dan erupsi gunung api Bromo dan Semeru dan angin kencang. Kalau di kawasan pesisir pantai dikhawatirkan adanya potensi tsunami. Yang sering terjadi itu gempa mas” imbuhnya .

Turut mendampingi Direktur PSKBA, Ir. MOEHAMMAD ANAS, MM Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (KABID LINJAMSOS) Dinas sosial provinsi Jatim. Pada kesempatan itu beliau juga turut memaparkan akan pentingnya KSB, khususnya di daerah-daerah yang rawan bencana.

“Sebelumnya kami menyampaikan terimakasih atas segala support dan perhatian kemensos RI terhadap kegiatan ini. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pengembangan kemampuan SDM saudara-saudara kita yang tergabung di KSB di seluruh jawa timur, agar nantinya mereka bisa menjadi energi andalan dalam penanggulangan kebencanaan di daerah masing-masing khususnya dan jawa timur pada umumnya” tutur Moehammad Anas (Syaiful/red) .

Bagikan :

Related posts

Leave a Comment